LABEL ANTI-SOSIAL SEORANG PROGRAMMER

 

Teknologi informasi merupakan salah satu bidang yang banyak sekali peminatnya terutama untuk para remaja yang baru masuk dunia perkuliahan, jurusan yang berhubungan dengan IT banyak sekali calon mahasiswanya yang mendaftar. Banyak dari mereka yang bercita-cita menjadi seorang programmer handal yang bisa membuat berbagai macam program dan aplikasi.

Menjadi seorang programmer merupakan salah satu pekerjaan yang tidak terbilang mudah, bukan hanya dari sisi job desk mereka yang sangat rumit dengan matematika dan logika berfikir yang mereka yang rumit, juga dari sisi relasi mereka terhadap teman, rekan kerja dan masyarakat lain.

Seringkali masyarakat kebanyakan yang “me-labelkan” seorang programmer sebagai orang yang anti-sosial atau dengan kata lain mereka jarang berinteraksi dengan orang lain. Hal ini tidak sepenuhnya salah dan tidak juga benar mengingat arti dari kata anti-sosial itu sendiri.

Di website alodokter.com dijelaskan bahwa, anti sosial merupakan sebuah gangguan kepribadian dimana terjadi penyimpangan perilaku dari norma-norma, yang terus dilakukan dari waktu ke waktu, dan mengarah pada perbuatan yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Kalau dari pengertian diatas, anti-sosial tidak semata-mata hanya karena jarang berinteraksi pada orang lain, melainkan adanya gangguan kepribadian yang dialami. Label anti-sosial yang ada pada seorang programer bisa dikatakan salah karena seorang programmer harus bisa berfikir secara jernih dan logis. Akan sulit jadinya jika seorang programmer memilik gangguan pribadi yang dapat membahayakan dirinya maupun orang lain.

Tetapi anggapan masyarakat tetap saja ada, mereka yang tidak tahu arti sesungguhnya anti-sosial tetap melabelkan programmer dengan kata anti-sosial atau lebih dikenal dengan “ansos”.

Hal ini terjadi karena seorang programmer juga memiliki pengorbanan untuk pekerjaannya sama dengan pekerjaan lain. Hampir seluruh profesi yang ada dimuka bumi ini pasti memiliki konsekuensi dan resikonya masing-masing, begitu juga dengan programmer. Seorang programmer juga memiliki konsekuensi dari pekerjaannya. Programmer mengorbankan waktu mereka di depan layar komputer selama berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.

Hal ini terjadi karena seorang programmer membutuhkan konsentrasi yang tinggi serta waktu yang cukup lama untuk memahami seluruh huruf, kata, angka dan lain-lainnya dalam algoritma dan program yang mereka kerjakan agar program yang mereka buat berjalan dengan baik dan benar sesuai keinginan mereka serta menghindari kesalahan. Kesalahan kecil saja seperti typo atau salah satu huruf kapital saja pada sebuah program bisa berakibat fatal terhadap program itu sendiri yang mengakibatkan tidak jalannya program tersebut sehingga programmer harus membaca ulang baris per baris untuk menemukan dimana letak kesalahan dalam programnya. Itu sebabnya seorang programmer terlihat kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Bagi orang-orang yang masih beranggapan bahwa seorang programmer merupakan pribadi yang anti-sosial mungkin sebaiknya harus lebih memahami lagi arti dari kata anti-sosial itu sendiri, karena tidak berarti seorang yang jarang berinteraksi dengan orang lain ialah orang yang anti-sosial.

Akan tetapi seorang programmer juga jangan hanya terpaku oleh pekerjaannya didepan layar komputer. Programmer juga manusia, harus tetap membutuhkan interaksi kepada manusia lain agar bisa hidup dilingkungan masyarakat. Dan juga kemampuan berinterkasi dengan orang lain juga penting didalam dunia pekerjaannya. Programmer tidak selalu bekerja sendirian, sewaktu-waktu programmer ditempatkan ditempat dimana mereka harus bekerjasama dengan orang lain, sehingga kemampuan berinteraksi diperlukan didalammnya.

Jadi pada akhirnya semua memiliki hal yang harus mereka pelajari lagi masing-masing. Di sisi masyarakat yang salah mengartikan arti dari anti-sosial, mungkin bisa lebih memahami lagi arti dari kata tersebut. Dari sisi programmer sendiri juga ada hal yang harus mereka pelajari juga yaitu berinteraksi. Seiring berjalannya interaksi antara para programmer dengan masyarakat, nantinya bisa menghilangkan label anti-sosial itu sendiri kepada para programmer.




-Muhammad Farras Ramadhan

Comments